ALAKASING,Bangkep BTN 29 DESEMBER 2025 – Pembangunan Gedung Sanggar Seni di Desa Alakasing, Kecamatan Peling Tengah, kini menuai sorotan. Selain terkendala teknis pencairan anggaran, proyek ini juga menghadapi kritik tajam dari masyarakat terkait skala prioritas pembangunan desa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Penjabat (Pj) Kepala Desa Alakasing, Burhan S. Edi, ST, menjelaskan bahwa proyek yang dimulai sejak pembangunan pondasi pada Juli lalu ini merupakan program lanjutan dari pejabat sebelumnya. Saat ini, progres fisik baru mencapai 40% dan terhenti karena kendala regulasi pusat.

​”Pekerjaan belum dapat dilanjutkan karena terbitnya PMK Nomor 81, yang menyebabkan Dana Desa Tahap II (Non-Earmarking) tidak dapat dicairkan. Kami berencana menganggarkan kembali sisa 60% pada tahun 2026,” jelas Burhan.

​Namun, penjelasan pemerintah desa ini mendapat tanggapan kritis dari warga setempat.Ghazali atau akrab sapaannya Osal.salah seorang warga Desa Alakasing, secara tegas membantah bahwa kendala utama hanya terletak pada regulasi PMK 81.

​Menurut Osal, ada persoalan internal terkait keterlambatan proses anggaran oleh bendahara lama, mengingat pengerjaan pondasi sudah dimulai sejak bulan Juli. Selain itu, ia mempertanyakan urgensi pembangunan sanggar seni tersebut.

​”Seharusnya pemerintah desa melihat prioritas. Saat ini Kantor BPD saja masih menumpang di Posyandu, kenapa justru membangun Sanggar Seni? Budaya apa yang mendesak untuk dikembangkan saat ini sehingga gedung itu lebih penting daripada fasilitas kantor desa yang representatif?” cetus Ghazaly

​Ia menilai alasan PMK 81 hanyalah dampak dari lambatnya proses administrasi di tingkat desa sejak awal proyek dimulai.

​Menanggapi kritik tersebut, Pj. Kades Burhan S. Edi menyatakan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menyelesaikan bangunan yang sudah terlanjur berjalan agar tidak menjadi aset mangkrak yang merugikan keuangan desa. Terkait prioritas lainnya, pihak desa akan melakukan evaluasi dalam perencanaan anggaran mendatang.

​”Kami menghargai setiap masukan dan kritik warga. Ini menjadi bahan evaluasi kami untuk memastikan setiap pembangunan di Alakasing benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Burhan.

Jein