WAINGAPU-SUMBA TIMUR-BTN 08/01/2026-Terletak hanya sepelemparan batu dari pusat Kota Waingapu, Bukit Tanao di Desa Persiapan Tanao (pemekaran Kelurahan Mauliru), Kecamatan Kambera, kini menjadi primadona baru bagi pencinta wisata alam. Dengan jarak tempuh hanya 8 kilometer atau sekitar 26 menit perjalanan, bukit ini menawarkan panorama eksotis yang menyejukkan mata.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Namun, di balik keindahannya yang memukau, Bukit Tanao masih menyimpan “pekerjaan rumah” besar dalam hal fasilitas penunjang. Berdasarkan pantauan langsung dan aspirasi para pengunjung yang dihimpun oleh tim media Berantastipikornews, terdapat dua kebutuhan mendesak yang diharapkan segera mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Sumba Timur.

​Ketiadaan fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) yang memadai menjadi keluhan utama para wisatawan. Pengunjung khawatir jika hal ini dibiarkan, estetika alam bukit akan rusak oleh pencemaran lingkungan.

​”Kami sangat berharap pemerintah menyediakan MCK yang layak. Selain untuk kenyamanan, ini penting agar kebersihan area wisata tetap terjaga dan tidak menimbulkan polusi udara yang mengganggu,” ujar salah satu pengunjung kepada Berantastipikornews.

​Selain sanitasi, pembangunan Lopo (rumah adat/tempat berteduh khas Sumba) juga menjadi harapan besar. Mengingat cuaca Sumba yang cenderung terik, keberadaan Lopo akan membuat pengunjung lebih betah berlama-lama menikmati udara segar dan lanskap perbukitan yang hijau saat musim hujan atau keemasan saat musim kemarau.

​Aspirasi ini disampaikan bukan tanpa alasan. Masyarakat setempat dan para pelancong melihat Bukit Tanao sebagai aset berharga yang mampu mendongkrak ekonomi kerakyatan jika dikelola secara profesional.

​Dukungan nyata dari pemerintah daerah dalam hal infrastruktur dasar tidak hanya akan meningkatkan angka kunjungan, tetapi juga menempatkan Sumba Timur sebagai destinasi wisata yang ramah dan berkelanjutan.

​Laporan: Piter

Editor: Redaksi BTN