Scroll Untuk Lanjut Membaca

​NIAS, BTN — Satgas Bakti TNI resmi memulai pembangunan Jembatan Bailey di atas Sungai Yo’o, Desa Sihare’o III Bawosalo’o Berua, Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias, Jumat (3/7/2026). Kehadiran infrastruktur strategis sepanjang 30 meter ini menjadi angin segar sekaligus jawaban konkret atas kerinduan panjang masyarakat setempat akan akses transportasi yang layak dan aman.

​Selama bertahun-tahun, warga di wilayah pedalaman ini terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi derasnya arus sungai tanpa adanya fasilitas penyeberangan. Kondisi tersebut tidak hanya melumpuhkan mobilitas harian, tetapi juga kerap mengancam keselamatan jiwa, terutama saat intensitas hujan tinggi memicu luapan debit air Sungai Yo’o secara mendadak.

​Pembangunan jembatan semi-permanen ini merupakan bagian dari program strategis yang diprakarsai langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemerataan infrastruktur dan menyentuh daerah-daerah terpencil yang selama ini minim tersentuh pembangunan.

​Pada hari pertama pelaksanaan di lapangan, personel Satgas Bakti TNI bergerak cepat melakukan pekerjaan perambutan untuk persiapan pembuatan abutmen (pilar penyangga jembatan). Sembari menunggu kedatangan alat berat di lokasi, seluruh elemen di lapangan mengoptimalkan pengerjaan fisik awal yang kini progresnya telah mencapai 1,5 persen.

​Aroma kemanunggalan TNI dan rakyat sangat terasa di lokasi proyek melalui aksi gotong royong berskala besar. Pembangunan ini melibatkan kolaborasi solid antara personel Yon TP 905/TS, Yon TP 903/Baluseda, Yonzipur I/DD, Koramil 02/Gido Kodim 0213/Nias, bersama para tukang profesional serta masyarakat setempat yang bahu-membahu melansir material.

​Kapendam I/BB, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., menegaskan bahwa proyek ini merupakan wujud nyata dari implementasi dokrin “Bakti TNI untuk Rakyat”. Menurutnya, TNI berkomitmen penuh untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dan menjadi solusi atas setiap kesulitan yang dihadapi warga di daerah pelosok.

​”Bakti TNI untuk Rakyat kami hadirkan melalui pembangunan fisik yang benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Kami tidak ingin lagi mendengar ada warga yang terisolasi atau bahaya yang mengintai anak-anak kita saat hendak pergi ke sekolah hanya karena kendala geografis,” ujar Kolonel Inf Sandy dalam keterangan resminya.

​Lebih lanjut, Kapendam I/BB menjelaskan bahwa Jembatan Bailey ini dirancang untuk memberikan dampak berantai (multiplier effect) bagi kemajuan daerah. Ketika jembatan ini rampung, interkoneksi antarwilayah akan terbuka lebar, sehingga hambatan geografis yang selama ini membelenggu warga desa dapat segera teratasi.

​Keberadaan jembatan ini diproyeksikan akan memangkas waktu tempuh, memperlancar distribusi hasil pertanian, mempermudah akses anak-anak menuju fasilitas pendidikan, hingga mempercepat pelayanan kesehatan darurat. Semua faktor tersebut diyakini akan menjadi stimulus kuat bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Nias.

​Sinergi yang tercipta di Sungai Yo’o menjadi bukti otentik bahwa pembangunan infrastruktur yang kokoh selalu lahir dari kerja sama yang harmonis. Melalui kobaran semangat gotong royong, Jembatan Bailey ini diharapkan dapat selesai tepat waktu demi menghadirkan masa depan yang lebih aman, maju, dan sejahtera bagi warga pedalaman Kabupaten Nias.

​Sumber: Pendam I/BB