Jakarta, BTN – Permasalahan banjir di DKI Jakarta selama ini menjadi isu yang tak kunjung terselesaikan. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai keseriusan pemerintah dalam menanganinya. (14/8/2025)
Menurut Prof. Dr. Sutan Nasomal, seorang pakar hukum internasional dan ekonom, pemerintah pusat harus turun tangan secara serius.
Dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media di kantor pusat Partai Oposisi Merdeka di Kalisari, Cijantung, Jakarta pada 13 Agustus 2025, Prof. Nasomal menyampaikan pandangannya.
“Apakah pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk menyewa atau menggaji pakar, baik dari dalam maupun luar negeri?” ujarnya, menanggapi pertanyaan seputar banjir yang terus berulang.
Akar Permasalahan Banjir dan Kondisi Jakarta
Prof. Nasomal menyoroti bahwa banjir yang berkepanjangan di lima wilayah Jakarta (Pusat, Timur, Utara, Barat, dan Selatan) sering kali diabaikan oleh pemerintah pusat maupun provinsi. Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama banjir adalah meningkatnya intensitas curah hujan dan penataan kota yang semrawut.
Ia memberikan contoh kawasan Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, di mana banyak bangunan permanen didirikan di bantaran sungai. Hal ini menyebabkan hilangnya daerah resapan air dan mengikis fungsi sungai dari hulu ke hilir.
Solusi untuk Mengatasi Banjir
Untuk mengakhiri kasus banjir yang terus berulang setiap tahun, Prof. Nasomal mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas.
“Presiden Prabowo Subianto harus memerintahkan seluruh menteri Kabinet Merah Putih Bersatu untuk merumuskan solusi,” tegasnya.
Menurutnya, solusi banjir tidak bisa hanya dibebankan pada APBD DKI Jakarta. Prof. Nasomal menyarankan agar setiap kementerian juga mengalokasikan anggaran tak terduga untuk membantu pendanaan solusi permasalahan ini, sehingga menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan daerah.






