BANGGAI KEPULAUAN,BTN 21 Desember 2025 – Pelaksanaan proyek pemasangan pipa air bersih di wilayah Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), semakin memicu kontroversi panas. Selain pengerjaannya yang dinilai asal-asalan, muncul kekhawatiran besar bahwa proyek ini tidak akan rampung hingga akhir tahun anggaran 2025.
Berdasarkan investigasi lapangan yang diperkuat bukti foto GPS tertanggal 21 Desember 2025, proyek ini layak dijuluki “Proyek Siluman” karena tidak ditemukannya papan informasi di sepanjang lokasi pengerjaan, mulai dari Desa Saleati hingga titik lainnya di Kecamatan Liang. Hal ini jelas melanggar UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak media masih belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak terkait. Kondisi di lapangan sangat membingungkan awak media karena tidak diketahui secara pasti dinas mana yang harus dikonfirmasi.
Lebih jauh lagi, tidak diketahui apakah proyek ini dibiayai melalui APBN, APBD Provinsi, atau APBD Kabupaten. Kendala utamanya tetap sama. mutlak tidak adanya papan informasi proyek yang seharusnya menjadi identitas pekerjaan di ruang publik.
Memasuki penghujung Desember, warga setempat meyakini bahwa pekerjaan ini mustahil selesai tepat waktu. Kondisi di lapangan menunjukkan progres yang minim dengan tumpukan pipa yang masih terbengkalai di bahu jalan.
”Kami yakin pekerjaan ini tidak akan selesai tahun ini. Sekarang sudah tanggal 21 Desember, tapi pengerjaannya masih seperti ini, asal ada lubang saja dibuat,” ungkap warga dengan nada kecewa.
Buruknya manajemen proyek terlihat dari beberapa temuan teknis yang fatal di lapangan.
Galian Serampangan.Penggalian pipa tampak dilakukan asal-asalan tanpa kedalaman yang memenuhi standar teknis keamanan.
Kerusakan Bibir Aspal.Penggalian yang memakan bibir jalan telah merusak struktur aspal, menciptakan ancaman bagi keselamatan pengguna jalan.
Tanpa Rekonstruksi.Bekas galian tidak diikuti dengan pengecoran atau pengaspalan kembali, meninggalkan jalan dalam kondisi rusak dan berlubang.
Masyarakat mendesak agar Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan audit total atas proyek tanpa identitas ini sebelum anggaran negara habis tak berbekas.
Penulis: Jein
Editor: Redaksi Newsberantastipikor






