SALAKAN, BANGKEP– BTN 25/02/2026-Kabupaten Banggai Kepulauan kini tidak hanya dipandang sebagai surga tersembunyi bagi para pecinta wisata air melalui ketenaran Danau Paisupok. Lebih dari itu, ibu kotanya, Kota Salakan, menyimpan sebuah permata sejarah yang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah. Monumen Trikora Salakan.
Berdiri megah di tengah hiruk-pikuk Kota Salakan, monumen ini merupakan saksi bisu dari upaya pelestarian ingatan kolektif bangsa. Pembangunan Monumen Trikora dimulai pada tahun 1994 dan diselesaikan dengan khidmat pada tahun 1995. Keberadaannya bukan sekedar ornamen kota, melainkan representasi dari semangat perjuangan pembebasan Irian Barat yang pernah beresonansi kuat di wilayah ini.
Dalam setiap sudut pembangunannya, Monumen Trikora membawa pesan moral yang mendalam. Hal ini selaras dengan prinsip yang pernah ditekankan oleh mendiang Presiden Republik Indonesia, Bapak Soeharto.
“Berani melakukan suatu kebaikan lebih baik daripada sekedar menguasai dalil-dalilnya.”
Pesan ini menjadi pengingat bagi para pengunjung dan generasi muda bahwa kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah jauh lebih berharga daripada retorika semata.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Banggai Kepulauan, Monumen Trikora menawarkan sisi lain dari pengalaman berlibur. Jika Danau Paisupok menawarkan ketenangan melalui airnya yang jernih bak kaca, maka Monumen Trikora memberikan edukasi sejarah yang memperkaya wawasan. Letaknya yang strategis menjadikan monumen ini sebagai titik persinggahan wajib bagi siapa pun yang ingin memahami identitas kultural dan historis Kota Salakan.
Pemerintah daerah dan pegiat wisata setempat terus berupaya menjaga kelestarian situs ini agar tetap menjadi daya tarik utama yang edukatif. Kehadiran monumen ini diharapkan mampu memicu semangat patriotisme sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui sektor pariwisata yang berbasis sejarah.
Terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, kabupaten ini memiliki ibu kota di Kota Salakan. Dikenal sebagai daerah kepulauan dengan potensi bahari yang luar biasa, Banggai Kepulauan kini terus bertransformasi menjadi destinasi unggulan nasional yang menyeimbangkan antara konservasi alam dan penghormatan terhadap nilai-nilai sejarah bangsa.
Jein






