​SUMBA BARAT DAYA, BTN – Di tengah jargon kemajuan daerah, warga Dusun 3 Desa Kalembu Kaha, Kecamatan Kota Tambolaka, seolah dipaksa hidup di zaman prasejarah. Khususnya di Kampung Lolo Kaniki, listrik masih menjadi barang mewah yang mustahil digapai, menyisakan derita berkepanjangan bagi warga yang terabaikan. 24/1/2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Pantauan tim media di lapangan menunjukkan potret memilukan: saat malam tiba, kampung ini bak “kota mati” yang ditelan kegelapan. Ironisnya, kondisi ini terjadi di wilayah yang seharusnya terjangkau oleh akses infrastruktur dasar.

​Pukulan terberat dirasakan oleh generasi penerus. Anak-anak sekolah di Lolo Kaniki terpaksa mempertaruhkan kesehatan mata dan masa depan mereka, belajar di bawah temaram lilin, pelita, dan sisa daya aki yang kian sekarat.

​Di musim penghujan seperti saat ini, penderitaan mereka berlipat ganda. Panel surya (sehen) yang selama ini menjadi tumpuan praktis tak berguna tanpa sinar matahari. Tanpa arus listrik reguler, aktivitas belajar-mengajar di rumah macet total.

Kami seperti dianaktirikan. Anak-anak kami ingin pintar, tapi bagaimana bisa belajar kalau gelap gulita? Apakah pemerintah hanya butuh suara kami saat pemilu saja?” cetus salah satu warga dengan nada getir.

​Kondisi ini memicu pertanyaan besar bagi Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, khususnya di bawah kepemimpinan Bupati. Masyarakat Lolo Kaniki bukan meminta kemewahan, mereka hanya menagih hak dasar sebagai warga negara.

​Pemerintah jangan hanya duduk manis di balik meja empuk sementara rakyatnya bergelut dengan kegelapan dan keterpencilan akses energi. Sangat disayangkan jika alasan administratif terus menjadi dalih lambatnya distribusi listrik reguler ke wilayah ini.

​Media ini mendesak Pemerintah Kabupaten SBD dan pihak terkait untuk segera, lihat sendiri bagaimana anak-anak belajar di bawah kepulan asap pelita. Segera koordinasikan dengan pihak PLN untuk pemasangan jaringan listrik reguler tanpa tapi, tanpa nanti.

Memastikan infrastruktur dasar menjangkau pelosok dusun, bukan hanya berpusat di pusat kota.

​Rakyat Kalembu Kaha sudah cukup bersabar. Jangan tunggu sampai amarah warga meledak akibat pengabaian yang berlarut-larut.

Kegelapan di Lolo Kaniki adalah bukti nyata kegagalan pemerataan pembangunan di Sumba Barat Daya.

Kabiro SBD, Eman Ledu.