Sulawesi Selatan,BTN.11 Juli 2025 – Mata publik menyorot tajam borok perjudian kupon putih yang kian menganga di sembilan kabupaten di Sulawesi Selatan. Palopo, Toraja, Toraja Utara, Sidrap, Pangkep, Masamba, Barru, Maros, dan Parepare kini menjadi sarang empuk bisnis haram yang diduga kuat dikendalikan oleh sosok bernama Tanggo.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Yang mengejutkan dan memicu amarah, Tanggo bahkan dengan pongah mengaku sebagai “bos besar” dalam konfirmasinya kepada media detikinews.id, menegaskan bahwa bisnis judi togelnya selama ini berjalan mulus tanpa disentuh hukum!

Tanggo, yang bermukim mewah di Toraja Utara di rumah seorang wanita bernama Mama WD, seolah memiliki imunitas di hadapan aparat. Informasi dari sumber terpercaya yang namanya dirahasiakan, membongkar fakta mencengangkan: Tanggo kebal hukum, meskipun praktik ilegalnya bukan rahasia umum bagi kepolisian setempat

Desas-desus mengerikan, menyebutkan, Tanggo tak segan menggunakan cara-cara kotor untuk menyingkirkan pesaing dalam gurita bisnis haramnya. Ini bukan sekadar perjudian, ini adalah premanisme berkedok bisnis!

Kekhawatiran publik semakin memuncak dengan dugaan keterlibatan oknum wartawan berinisial GT sebagai “tameng” bagi kegiatan busuk Tanggo. Dengan tanpa rasa malu, Tanggo sesumbar, “Saya Tanggo dan saya bos di bisnis judi togel. Mengenai media, kami punya orang yang mengatur satu pintu, hubungi saja GT, dia atur semua kalau soal media.”

Pernyataan ini bukan hanya arogansi, melainkan tamparan keras bagi integritas pers dan penegakan hukum. Ini menunjukkan betapa sistematisnya perlindungan yang dinikmati sang “bos besar” ini.

Kapolda Sulsel Harus Bertindak, Jangan Biarkan Hukum Tumpul!

Melihat arogansi dan keleluasaan Tanggo, publik menuntut dan mendesak Kapolda Sulawesi Selatan untuk segera bertindak! Tidak ada lagi waktu untuk menunggu atau alasan pembenaran. Tangkap dan tindak tegas Tanggo sebagai otak utama di balik merebaknya perjudian kupon putih yang telah merusak moral dan ekonomi masyarakat di Bumi Celebes ini.

Keresahan ini adalah alarm bahaya! Jika aparat kepolisian di wilayah-wilayah terdampak dianggap tidak berani atau belum mampu menangani kasus ini secara serius, maka kredibilitas institusi Polri dipertaruhkan. Jangan biarkan stigma “tumpul ke atas, tajam ke bawah” melekat pada penegakan hukum di Sulawesi Selatan.

Kasus Tanggo ini adalah ujian sesungguhnya bagi komitmen pemberantasan perjudian ilegal di Sulawesi Selatan. Masyarakat menunggu, apakah Kapolda Sulsel akan menunjukkan taringnya, ataukah akan membiarkan “bos besar” judi terus tertawa di atas penderitaan rakyat!

(Tim Media)