Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berantastipikornews.co.id
Grobogan,BTN 10 Juli 2025 – Aroma busuk dugaan korupsi tercium kuat di RSUD Soedjati Grobogan. Proyek pengadaan alat-alat Asuransi Kesehatan (Askes) yang seharusnya sudah rampung dua bulan lalu, kini terjebak dalam limbo yang mencurigakan. Bukan hanya molor tanpa alasan jelas,

harga pengadaan yang “fantastis” kian mempertebal kecurigaan akan adanya permainan kotor di balik layar.
Informasi internal yang berhasil dihimpun dari sumber kredibel mengungkap bahwa “drama” keterlambatan ini bukan sekadar masalah birokrasi, melainkan skenario matang yang disusun oleh oknum-oknum di bagian pengadaan. Mereka diduga kuat telah menjalin “cinta terlarang” dengan toko penyedia dan sebuah CV yang ditengarai sudah “dikunci” sebagai pemenang lelang, jauh sebelum palu lelang diketuk.

“Sudah ada blueprint siapa pemenangnya, makanya lelang sengaja digantung. Ini jelas kongkalikong tingkat tinggi antara pihak rumah sakit dan vendor,” ungkap narasumber kami pada 9 Juli 2025, menguak tabir di balik proyek yang berpotensi merampas hak masyarakat atas pelayanan kesehatan prima.

Sorotan tajam pun mengarah pada Kepala RSUD Soedjati, dr. E, yang diindikasikan turut mengatur simfoni gelap pengadaan ini.

Lebih lanjut, pergantian Pejabat Pembuat Komitmen (PPKOM) menjadi dr. B secara tiba-tiba justru memunculkan tanda tanya besar. PPKOM baru ini disebut-sebut mengetahui detail dan terlibat langsung dalam penunjukan pemenang, seolah menjadi “penjaga gawang” skenario manipulasi ini.

Praktik culas semacam ini adalah tamparan keras bagi integritas pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan yang seharusnya bebas dari praktik korupsi. Jika dibiarkan, ini bukan hanya menggerogoti keuangan negara, tetapi juga mengkhianati kepercayaan masyarakat yang bergantung pada ketersediaan alat kesehatan yang memadai.

Hingga laporan ini disusun, keheningan dari pihak RSUD Soedjati seolah membenarkan dugaan yang beredar. Publik mendesak penegak hukum untuk tidak berdiam diri. Kejaksaan dan KPK harus segera turun tangan, membongkar tuntas jaringan mafia lelang ini, dan menyeret para pelaku ke meja hijau. Jangan biarkan uang rakyat terus “dijadikan bancakan” oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab..

Tim redaksi