Makassar/Banggai Kepulauan, BTN – Ikatan kekuasaan Keluarga Mahasiswa Bangkep Makassar (IKMBM) melempar kecaman keras terhadap praktik bobrok, arogansi, dan dugaan penyelewengan di Unit PDAM Bulagi, Banggai Kepulauan (Bangkep).
Organisasi perantau ini menilai kisruh internal dan pelayanan premanistik di Bulagi adalah pintu masuk bagi dugaan penyelewengan dana tagihan yang sistematis dan merugikan rakyat.
Kecaman ini muncul menyusul bocornya komunikasi internal di tubuh PDAM yang mengonfirmasi Karena operasi “Preman Berdasi” yang berani mencabut meteran air warga hanya karena tunggakan kecil, sambil mengabaikan instruksi Direktur Utama.
*Pencabutan Meteran Air Rp175 Ribu. Modus atau Bukti Korupsi Pelayanan?*
Muhammad Rafil Sanusi, Ketua IKMBM Makassar, menegaskan bahwa praktik penagihan yang sewenang-wenang adalah cerminan dari kegagalan tata kelola yang jauh lebih besar.
“Kami tidak hanya melihat ini sebagai masalah pelayanan yang buruk, tapi sebagai indikasi kuat adanya penyelewengan dana tagihan. Mengapa petugas PDAM harus berlagak ‘sok-sok an setengah preman’ dan menolak uang warga yang hendak membayar Rp150 ribu, bahkan untuk tunggakan Rp175 ribu?
Logika kami. praktik ini adalah cara untuk menciptakan kekacauan finansial agar dugaan penyelewengan dana tagihan lebih mudah disembunyikan!” kecam Rafil Sanusi.
Laporan yang diterima IKMBM mencatat modus operandi petugas di lapangan yang sangat agresif: “satu kali turun, so ba gass (langsung eksekusi)” pencabutan meteran, tanpa ada mekanisme peringatan atau negosiasi yang manusiawi.
Hal ini bertolak belakang dengan fungsi PDAM sebagai institusi pelayanan publik.
Pembangkangan Struktural.Direktur Dianggap Angin Lalu
Rafil Sanusi juga menyoroti fakta yang paling mengkhawatirkan. oknum di Unit Bulagi tidak hanya berbuat semena-mena kepada rakyat, tetapi juga diduga kuat membangkang terhadap perintah audit internal dari Direktur Utama PDAM Pusat.
“Perintah Audit Internal dari Direktur Pusat sudah seharusnya dilaksanakan sejak hari Senin, namun seakan tidak diindahkan, baru bereaksi setelah aduan masyarakat mencuat. Jelas, ini pembangkangan struktural yang mencederai wibawa pimpinan!
Jika Kepala Unit Bulagi berani mengabaikan audit, kami khawatir dana hasil tagihan rakyat ini justru mengalir ke kantong-kantong pribadi yang terindikasi korupsi.
Direktur Utama PDAM harus segera menindak tegas oknum yang ‘berlagak jagoan’ dan mengumumkan secara transparan hasil audit internal tersebut!” tuntut Muhammad Rafil Sanusi dengan nada tinggi.
Ancaman Mosi Tidak Percaya.Pembersihan Total Wajib Dilakukan!
Ketua IKMBM Makassar mendesak Direktur Utama PDAM Bangkep untuk segera mencopot oknum Kepala Unit Bulagi dan menyerahkan temuan penyalahgunaan wewenang dan dugaan korupsi ini kepada aparat penegak hukum.
“Selama ini, uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk perbaikan infrastruktur dan kualitas air, kami duga keras justru menguap ditangan oknum birokrat yang nakal. Kami akan terus mengawal kasus ini.
Jika Direktur Utama PDAM Bangkep tidak bertindak tegas dalam 1×24 jam, kami aka mempertimbangkan untuk menggelar aksi Mosi Tidak Percaya dari Makassar dan mendesak Bupati Bangkep untuk segera memberhentikan seluruh jajaran direksi yang gagal mengelola BUMD ini! Masyarakat Bangkep harus dilayani, bukan diintimidasi!” tutup Muhammad Rafil Sanusi.
Organisasi,Ikatan Keluarga Mahasiswa Bangkep Makassar (IKMBM)






