Bogor, BTN — Pemerintah Desa (Pemdes) Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, melakukan pembangunan rehab kantor desa. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat dengan menyediakan fasilitas yang lebih layak dan nyaman. 01/11/2025
Rehab kantor desa tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) infrastruktur Desa Tahun Anggaran 2025 senilai Rp225.000.000. Proyek dengan volume, Panjang 10 meter, Lebar 5 meter, Tinggi 8 meter, dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bersama masyarakat.
Kepala Desa Leuwimalang, Bunyamin, mengatakan bahwa kantor desa adalah pusat layanan di desa. Tujuan utama rehab tersebut agar masyarakat dapat mengurus kebutuhan administrasi dan memperoleh layanan dengan nyaman, serta untuk meningkatkan kinerja aparat desa.Ia berharap ruangan yang layak dan nyaman dapat membuat aparat desa bekerja secara maksimal dan optimal.
“Kami tata ruang senyaman mungkin agar masyarakat merasa nyaman saat datang kedesa untuk kami layani.Diharapkan setelah direhab kantor desa ini para staf lebih semangat lagi dalam memberikan pelayanan kepada warga, kantor baru semangat baru,” ungkap Bunyamin, diruangannya baru-baru ini.
Rehab kantor desa ini merupakan target dan tujuan Pemerintah Desa untuk membawa Desa Leuwimalang lebih maju lagi dari semua desa-desa yang ada di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Bogor.
Selain rehab kantor desa, bankeu infrastuktur desa tahun 2025 Desa Leuwimalang juga dialokasikan untuk pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang merupakan jalur alternatif menghubungkan beberapa desa yang ada di wilayah Kecamatan Cisarua.”TPT ini sangat urgent dan krusial karena lokasinya terkena dampak banjir beberapa bulan yang lalu ini sangat penting untuk mobilisasi masyarakat,” jelas Bunyamin.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, atas bantuan keuangan yang diberikan.Menurutnya, Bankeu sangat membantu pihaknya merealisasikan pembangunan berdasarkan hasil musyawarah antara warga dan pemerintah desa.
“Bankeu ini merupakan program inovasi Pemerintah Kabupaten Bogor yang sangat luar biasa untuk mengentaskan desa tertinggal,” kata Bunyamin. Ia juga menyebut bahwa program Bankeu semacam ini hanya ada di Kabupaten Bogor dibandingkan di seluruh Kota/Kabupaten di Indonesia.
(Rossa).






