WAINGAPU – BTN 15/07/2026-Senyum sumringah kini mulai terpancar di wajah para guru dan murid SD Masehi Payeti 2, Kabupaten Sumba Timur. Setelah bertahun-tahun harus bertahan di tengah keterbatasan sarana dan prasarana yang memprihatinkan, titik balik perbaikan kualitas pendidikan di sekolah tersebut akhirnya datang juga.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengucurkan dana segar sebesar Rp680 juta. Anggaran fantastis untuk ukuran sekolah dasar di daerah ini disalurkan melalui Program Revitalisasi Sekolah Gelombang II Tahap III guna merombak total wajah sekolah yang sekian lama terabaikan.

​Langkah nyata ini menjadi oase di tengah dahaga penataan infrastruktur pendidikan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Proyek pengerjaan fisik sendiri telah resmi bergulir sejak 1 Juli 2026 dan ditargetkan rampung tepat waktu demi kenyamanan siswa.

​Selama bertahun-tahun, setiap kali musim penghujan tiba, aktivitas belajar mengajar di SD Masehi Payeti 2 selalu dibayangi kecemasan. Halaman sekolah seketika berubah menjadi kubangan lumpur yang becek, ruang kelas yang bocor, hingga fasilitas sanitasi yang jauh dari kata layak.

​Kendati area sekolah kini berubah menjadi kawasan proyek dengan material bangunan yang berserakan, hal itu tidak menyurutkan semangat belajar. Pihak sekolah telah melakukan penyesuaian jadwal dan ruang belajar sedemikian rupa agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan efektif tanpa mengabaikan keselamatan siswa.

​Kepala SD Masehi Payeti 2, Rofina Rihi, S.Pd, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas perhatian besar dari pemerintah pusat ini. Menurutnya, bantuan ini adalah jawaban dari doa dan harapan seluruh warga sekolah yang mendambakan tempat belajar yang manusiawi.

​Rofina merinci, alokasi anggaran Rp680 juta tersebut difokuskan pada empat klaster perbaikan yang menjadi kebutuhan paling mendesak. Komponen tersebut meliputi rehabilitasi total tiga ruang kelas, pembangunan satu unit ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), renovasi toilet, serta pemasangan paving block.

​”Setiap musim hujan, halaman sekolah kami selalu becek dan berlumpur, yang jelas sangat menghambat mobilitas serta aktivitas bermain dan belajar siswa. Dengan adanya pemasangan paving block ini, kami yakin lingkungan sekolah akan menjadi jauh lebih aman, bersih, dan nyaman,” ujar Rofina dengan nada optimis.

​Program revitalisasi yang diusung Kemendikdasmen ini sejatinya merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengikis ketimpangan kualitas pendidikan antardaerah. Kehadiran fasilitas yang layak bukan lagi sekadar pelengkap estetika, melainkan instrumen primer dalam menciptakan ekosistem belajar yang sehat.

​Menariknya, sistem pengelolaan dana bantuan ini dilakukan secara swakelola dengan mentransfer langsung ke rekening pihak sekolah. Mekanisme ini sengaja dipilih untuk memotong birokrasi, namun tetap menuntut transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan ketat dari seluruh elemen masyarakat.

​Lebih dari sekadar pembangunan fisik, proyek revitalisasi ini menjadi simbol nyata hadirnya negara di tengah-tengah masyarakat pelosok. Kebijakan ini menegaskan bahwa setiap anak bangsa, di mana pun mereka berada, memiliki hak yang setara untuk mengecap pendidikan di fasilitas yang bermutu.

​Dengan rampungnya proyek ini kelak, SD Masehi Payeti 2 diharapkan mampu melompat jauh ke depan dan tidak lagi berkutat pada persoalan klasik seputar fasilitas dasar. Lingkungan yang representatif diharapkan mampu memantik prestasi anak-anak Sumba Timur ke tingkat yang lebih tinggi.

​Penyempurnaan infrastruktur di sekolah ini menjadi pengingat penting bagi pemangku kebijakan bahwa keadilan sosial di sektor pendidikan harus terus dikejar. Pemerataan kualitas tidak boleh berhenti sebagai slogan, melainkan harus menyentuh seluruh pelosok nusantara, termasuk bumi marapu Sumba Timur.

​Reporter: Piter Soko