Scroll Untuk Lanjut Membaca

LUWUK TIMUR, BTN – Harapan warga Desa Bukit Mulya, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, untuk memiliki fasilitas Puskesmas Pembantu (Pustu) yang memadai kini terancam pupus. Kamis 4/9/2025

Proyek pembangunan Pustu yang dianggarkan sebesar Rp 406.300.000 ini, terlihat mangkrak dan terbengkalai, memicu kekecewaan serta sorotan tajam dari masyarakat setempat.

Berdasarkan pantauan langsung dan foto-foto terbaru di lokasi, kondisi Pustu tersebut sangat memprihatinkan.

Bangunan yang sudah beratap biru muda itu hanya berupa kerangka dinding bata merah yang belum diplester.

Jendela dan pintu masih berupa lubang kosong, tanpa kusen apalagi daun jendela atau pintu.

Rangka atap kayu terlihat jelas dari dalam, menunjukkan bahwa pekerjaan interior sama sekali belum dimulai.

Kayu-kayu perancah sederhana juga masih terpasang di beberapa sisi bangunan, seolah pekerjaan baru saja berhenti dan tak pernah dilanjutkan.

Di sekeliling bangunan, rerumputan tumbuh tinggi, menambah kesan terbengkalai pada proyek yang seharusnya sudah berfungsi ini.

Spanduk informasi proyek yang sebelumnya terpasang pun kini sudah rusak parah, sulit dibaca, dan bahkan hilang sebagian.

“Kami sangat sedih melihatnya. Bangunannya sudah ada atap, tapi isinya masih kosong melompong.

Tidak ada tanda-tanda pekerjaan akan dilanjutkan. Ini kan uang rakyat, jumlahnya besar sekali,” keluh seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

“Kami sangat membutuhkan Pustu ini, apalagi kalau ada yang sakit mendadak, jauh sekali ke Puskesmas kecamatan.”

Proyek pembangunan Pustu ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Banggai dan Dinas Kesehatan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang jauh dari fasilitas utama.

Namun, kondisi mangkraknya proyek ini telah menimbulkan keraguan besar di hati warga terkait komitmen dan akuntabilitas pihak pelaksana.

Masyarakat Desa Bukit Mulya mendesak pihak berwenang, mulai dari Pemerintah Kabupaten Banggai hingga Dinas Kesehatan, untuk segera memberikan penjelasan transparan mengenai penyebab terhentinya proyek ini.

Mereka menuntut adanya langkah konkret dan cepat untuk menyelesaikan pembangunan Pustu, agar impian memiliki akses kesehatan yang layak bisa segera terwujud dan dana negara tidak terbuang sia-sia.

Ambri dg enre

Tim Redaksi media beranatatsipikornews.co.id