WAINGAPU –Sumba Timur BTN 23/12/2025 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumba Timur secara resmi mengumumkan langkah strategis dalam menjaga ketertiban pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Langkah ini ditandai dengan dimulainya pengawasan intensif yang mengedepankan pendekatan humanis di berbagai titik SPBU strategis di Kota Waingapu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Dalam pernyataan resminya, pihak Satpol PP menegaskan bahwa aksi ini merupakan respon langsung pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan antrean panjang yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Pengawasan ini didasarkan pada Surat Edaran Bupati Sumba Timur tentang pengendalian BBM bersubsidi. Fokus pengamanan akan dipusatkan pada tiga titik vital, yaitu.

SPBU Kilometer 2

SPBU Matawai

SPBU Mini Nelayan​

“Dalam rangka mengurangi panjangnya antrean kendaraan dan menciptakan situasi yang aman serta tertib, kami akan melaksanakan pengawasan yang humanis. Tujuan utamanya adalah menegakkan kembali Surat Edaran Bupati agar kemudahan memperoleh BBM subsidi benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” ungkap Kasat Satpol PP dalam sosialisasi tersebut.

Selain melakukan pengawasan, Satpol PP juga mengajak para pemilik SPBU dan seluruh elemen masyarakat untuk kooperatif. Namun, di balik pendekatan humanis yang ditawarkan, Satpol PP juga memberikan peringatan tegas bagi oknum-oknum yang mencoba bermain di luar aturan.

​“Kami sangat menghargai jika masyarakat dan pemilik SPBU bekerjasama dengan anggota kami di lapangan. Perlu kami sampaikan, setiap bentuk tindakan oknum yang menghalang-halangi tugas anggota di SPBU akan kami koordinasikan langsung dengan aparat penegak hukum, dalam hal ini pihak Kepolisian,” tegasnya.

Melalui pengawasan ini, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur berharap distribusi BBM bersubsidi dapat lebih tepat sasaran dan bebas dari praktik spekulan yang merugikan masyarakat kecil. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum transformasi pelayanan publik yang lebih tertib dan kondusif di Bumi Matawai Amahu Pada Njara Hamu.

Kabiro Sumba Timur.

Piter