​SUMBA TIMUR, BTN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kambera sejak 12 Februari 2026 kembali membawa duka bagi warga. Luapan air merendam pemukiman penduduk, khususnya di RT 02/RW 04 Kelurahan Prailiu, Kabupaten Sumba Timur, yang mengakibatkan kerugian materiil cukup besar. 14/02/2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Bencana musiman ini memicu kemarahan warga yang menilai pemerintah daerah lamban dalam membenahi infrastruktur dasar, terutama sistem drainase dan sisa-sisa kerusakan badai masa lalu.

​Salah seorang warga terdampak di Kelurahan Prailiu, Fredi Vanggi Dae, mengungkapkan kepedihannya saat melihat barang-barang berharga miliknya tak terselamatkan dari terjangan air.

Barang-barang kami sudah hanyut semua. Elektronik, perlengkapan rumah tangga, habis terbawa arus. Kami lelah setiap hujan harus seperti ini,” ungkap Fredi kepada Media BTN dengan nada getir.

​Menurut Fredi, akar masalahnya sudah jelas: drainase yang rusak parah. Ia menegaskan bahwa warga sudah berulang kali melaporkan kondisi ini ke pihak kelurahan, namun hingga kini hanya janji yang diterima tanpa ada tindakan nyata di lapangan.

​Kondisi tak kalah memprihatinkan terlihat di RT 07/RW 02 Kelurahan Mauhau. Ironisnya, warga di wilayah ini masih dihantui oleh “warisan” badai Seroja tahun 2023 yang tak kunjung dituntaskan oleh pemerintah.

​Pantauan Media BTN di lokasi menunjukkan infrastruktur jembatan yang ambruk akibat badai Seroja pada 23 Maret 2023 silam masih dibiarkan terbengkalai. Material besi jembatan yang berserakan justru menjadi “perangkap” sampah saat banjir datang.

​Agustinus Meno, warga setempat, mendesak pemerintah untuk segera mengevakuasi sisa-sisa besi jembatan tersebut.

“Kalau besi-besi itu tidak segera diangkat, saat banjir mereka jadi penahan sampah. Akibatnya aliran air tersumbat dan langsung meluap menghantam rumah kami,” tegas Agustinus.

​Kini, warga Kambera hanya bisa berharap pada ketegasan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur. Mereka menuntut langkah konkret, bukan sekadar peninjauan lokasi. Perbaikan drainase secara menyeluruh dan pembersihan material jembatan tua menjadi harga mati agar banjir tidak terus berulang dan menghancurkan ekonomi warga setiap musim penghujan tiba.

Reporter: Alex