​TOBELOMBANG, NUHON, BTN – Harapan warga Desa Tobelombang untuk menikmati akses air bersih kini berubah menjadi kekecewaan mendalam. Proyek pembangunan bak air bersih yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp59.826.000 terpantau mangkrak dan terbengkalai. Hingga memasuki awal tahun 2026, proyek yang seharusnya sudah berfungsi ini justru hanya menyisakan tumpukan material dan kerangka besi yang mulai berkarat. Minggu, 11/1/2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bak air jauh dari kata selesai. Pekerjaan terlihat terhenti di tengah jalan, sementara anggaran yang bersumber dari uang rakyat dilaporkan sudah habis tak bersisa. Ironisnya, di tengah kegagalan proyek vital ini, Dinas terkait justru memilih “tutup mata” dan bungkam seribu bahasa.

Masyarakat mempertanyakan kemana perginya dana hampir 60 juta rupiah tersebut. Dengan kondisi fisik yang hanya berupa rangka beton kasar, nilai pengerjaan saat ini dinilai sama sekali tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang telah dicairkan.

Ini bukan sekedar kegagalan konstruksi, ini adalah bentuk pengabaian hak dasar rakyat. Uang puluhan juta habis, tapi warga masih harus susah payah mencari air. Dimana fungsi pengawasan dinas?”

ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Sikap diamnya dinas terkait menimbulkan kecurigaan besar di tengah masyarakat. Minimnya transparansi dan tidak adanya tindakan tegas terhadap pelaksana proyek memicu dugaan adanya praktik “main mata” atau penyimpangan anggaran yang merugikan negara.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas terkait belum memberikan keterangan resmi meskipun upaya konfirmasi telah dilakukan. Jika dibiarkan tanpa evaluasi dan audit yang transparan, proyek bak air Desa Tobelombang ini dipastikan hanya akan menjadi “monumen mati” atas pemborosan anggaran daerah.

​Warga mendesak pihak berwenang, termasuk inspektorat dan aparat penegak hukum, untuk segera turun tangan memeriksa aliran dana proyek tersebut agar tidak ada pihak yang berpesta di atas penderitaan rakyat yang kesulitan air bersih.

Rilis,Erwin Nayoan

Editor,Pimred