MAKASSAR, BTN 16 Februari 2026 – Jeritan rakyat Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) akibat kelangkaan BBM yang mencekik nadi kehidupan, rupanya belum cukup nyaring untuk mengusik ketenangan Kapolda Sulawesi Tengah. Ikatan Keluarga Mahasiswa Bangkep Makassar (IKMB-M) hari ini secara resmi melayangkan kecaman keras atas lambannya proses hukum terhadap dugaan mafia BBM yang bebas bergentayangan di tanah Bangkep.
Pembina IKMB-M 5 Periode (2019-2026), Aprianto, S., menyatakan bahwa fenomena kelangkaan BBM ini bukan sekedar kendala teknis, melainkan indikasi kuat adanya “permainan kotor” yang didiamkan.
”Kami melihat ada pembiaran yang terstruktur. Rakyat dipaksa antre berjam-jam, UMKM gulung tikar, dan ekonomi rakyat kecil diperas, sementara para spekulan dan mafia diduga berpesta pora di balik layar. Kapolda Sulteng harus bangun! Jangan biarkan institusi kepolisian dituding publik sebagai ‘penonton setia’ di tengah penderitaan rakyat,” tegas Aprianto dengan nada bicara yang menggelegar.
Narasi kritis juga dilontarkan oleh Wahyu S. Kandaw, Ketua IKMB-M Periode 2022-2023. Ia menilai, jika aparat memiliki niat baik (political will), seharusnya sudah ada tersangka yang diseret ke meja hijau.
”Kelambanan ini tidak masuk akal dan tidak dapat diterima secara logika hukum. Jika untuk urusan kecil aparat bisa bergerak kilat, mengapa untuk urusan mafia BBM yang jelas-jelas menyengsarakan satu kabupaten, Polda Sulteng seolah kehilangan taringnya? Apakah hukum di Sulteng sudah sedemikian tumpul jika berhadapan dengan oknum penguasa BBM?” cecar Wahyu.
Merespons situasi darurat ini, seluruh pengurus dan anggota IKMB-M menyatakan.dan, Mendesak Kapolda Sulteng untuk segera melakukan “Operasi Bersih” di Banggai Kepulauan. Segera tangkap dan ungkap aktor intelektual penyelewengan BBM tanpa diskriminasi.
Kami meminta penjelasan terbuka kepada publik, apa kendala yang membuat penyelidikan ini berjalan di tempat? Jangan biarkan spekulasi liar berkembang bahwa ada “upeti” di balik kelangkaan ini.
Jangan hanya menjadi pengamat! Pemda harus proaktif menekan Pertamina dan Kepolisian untuk menormalkan distribusi serta memperketat pengawasan di SPBU.
IKMB-M tidak akan ragu untuk menggalang kekuatan massa dan melakukan aksi solidaritas yang lebih besar jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari Kapolda Sulteng.
”Kami tidak butuh janji, kami butuh bukti. Jika Kapolda Sulteng gagal memberikan rasa aman dan keadilan bagi masyarakat Bangkep, maka kredibilitas Polri di Sulawesi Tengah sedang berada di titik nadir,” pungkas Wahyu.
Narahubung Redaksi,
Ikatan Keluarga Mahasiswa Bangkep Makassar (IKMB-M)






