Scroll Untuk Lanjut Membaca

​BANGGAI KEPULAUAN, BTN – Desa Lelangmatamilang, Kecamatan Buko Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, kini menjadi sorotan tajam atas tumpukan proyek infrastruktur yang mangkrak, tidak jelas, dan diselimuti kabut misteri anggaran. 15/11/2025

Masyarakat mempertanyakan kemana larinya dana desa yang seharusnya menjadi nadi pembangunan, sementara fasilitas vital seperti Polindes (Pondok Bersalin Desa) dan BLK (Balai Latihan Kerja) dibiarkan menjadi monumen kegagalan.

​Hasil investigasi di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan, mencerminkan dugaan adanya “permainan” anggaran yang luput dari pengawasan.

​Polindes dan BLK Mangkrak dan Bebas Pemeriksaan?
​Dua bangunan krusial, Polindes dan BLK, tampak jelas belum selesai.
​Polindes,Bangunan ini terlihat belum rampung namun yang lebih mencengangkan adalah klaim bahwa proyek ini “bebas pemeriksaan inspektorat”.

Masyarakat sangat membutuhkan fasilitas kesehatan yang berfungsi, namun yang didapatkan hanyalah bangunan kosong yang tidak jelas nasibnya.bangunan BLK juga terlihat terbengkalai dengan bagian atap baja ringan yang terekspos jelas dan halaman yang dibiarkan ditumbuhi semak belukar

​Fakta Kunci dalam proyek ini sebagian besar
​Tidak Ada Papan Informasi.hanya satu proyek dilengkapi dengan Papan Informasi Proyek atau pemberitahuan lainnya sehingga diduga melanggar prinsip transparansi pemgelolaan penggunaan yang dianggarkan oleh Dana Desa yang diamanatkan undang-undang.

​Dugaan Ketidakberesan dan Ketiadaan transparansi ini memicu kecurigaan kuat masyarakat terhadap dugaan penyelewengan dan penyalahgunaan anggaran oleh pihak yang bertanggung jawab, Kepala Desa,

​ *Tanggul dan Deker. Proyek “Siluman” Bernilai Fantastis*

​Proyek lain yang disorot adalah pembangunan infrastruktur air dan laut.
​Tanggul Pemecah Ombak/Raksasa: Proyek yang diklaim sebagai tanggul ini terlihat belum selesai, berupa tumpukan batu besar yang memanjang di perairan dangkal didesa Lelangmata maling Sama seperti proyek lainnya, tanggul ini tanpa papan informasi, sehingga masyarakat tidak mengetahui berapa anggaran yang telah dikucurkan untuk proyek skala besar ini dan kapan target penyelesaiannya.

​Pembangunan deker bahkan disebut hanya berupa kotak beton tanpa plat deker,sehingga meninggalkan pertanyaan besar tentang kualitas dan fungsionalitas infrastruktur tersebut.
​
Kritikan Tajam untuk Pengawas dan Penanggung Jawab
​Kondisi memalukan ini bukan hanya tanggung jawab Kepala Desa, tetapi juga menelanjangi kegagalan sistem pengawasan di Kabupaten Banggai Kepulauan.

​Kinerja BPD Desa Lelangmatamilang Dipertanyakan?Dimana fungsi pengawasan BPD sebagai representasi masyarakat desa?

Mengapa proyek-proyek vital ini bisa berjalan tanpa Papan Informasi dan dibiarkan mangkrak tanpa ada teguran keras? BPD harus segera angkat bicara dan mengambil langkah nyata, bukan hanya sekedar “stempel” bagi kebijakan desa.

​Camat Buko Selatan diduga Absennya Pembinaan dan Pengawasan.Sebagai perpanjangan tangan pemerintah kabupaten, Camat Buko Selatan seolah tutup mata terhadap karut-marut pembangunan di wilayahnya.Minimnya pembinaan dan pengawasan di tingkat kecamatan menjadi indikasi lemahnya kontrol administratif.

​ *Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan yang Mandul dan Tumpul!*

Klaim bahwa proyek Polindes “bebas dari pemeriksaan” adalah tamparan keras bagi Inspektorat. Dugaan kelalaian pengawasan ini menunjukkan bahwa fungsi pengawasan internal pemerintah kabupaten tidak berjalan efektif, bahkan dicurigai adanya ‘pembiaran’ yang mengarah pada potensi kerugian negara.

Inspektorat harus membuktikan diri dan segera melakukan audit investigasi mendalam!
​Masyarakat Lelangmatamilang menuntut transparansi total, penyelesaian proyek yang mangkrak, dan pertanggungjawaban hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam dugaan penyalahgunaan Dana Desa.

​”Kami curiga ada permainan dengan anggaran desa. Seharusnya kami butuh Polindes yang berfungsi dan transparan, tapi malah jadi bangunan yang tidak jelas. Tolong usut tuntas, karena ini menyangkut hak kami sebagai warga desa,” ujar salah seorang perwakilan warga yang meminta namanya dirahasiakan.

​Tuntutan Masyarakat.
​Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan segera melakukan Audit Investigasi Menyeluruh terhadap seluruh proyek di Desa Lelangmatamilang, di bawah kepemimpinan Kades Agus Yunus.

​BPD dan Camat Buko Selatan segera mengambil tindakan tegas untuk memastikan pemasangan Papan Informasi Proyek dan menuntut percepatan penyelesaian bangunan yang mangkrak.

​Kepala Desa diminta sesegera mungkin memberikan Penjelasan Resmi dan Transparan kepada masyarakat terkait penggunaan anggaran dan status proyek-proyek tersebut.