SUMBA TIMUR, NTT, BTN — Kerusakan jalan di wilayah selatan Kabupaten Sumba Timur bukan lagi sekedar persoalan infrastruktur. Kondisi jalan yang rusak berat hingga nyaris putus telah berubah menjadi persoalan serius yang menyentuh langsung kehidupan dan perekonomian masyarakat. Jumat 14/08/2026
Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II, Dr. Umbu Rudi Kabunang, mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung menangani persoalan tersebut.
Lebih dari 100 kilometer ruas jalan yang menghubungkan sejumlah kecamatan di wilayah selatan Sumba Timur berada dalam kondisi memprihatinkan. Kerusakan jalan tidak hanya memperlambat mobilitas warga, tetapi juga membuat distribusi hasil pertanian, peternakan dan perikanan menjadi semakin sulit dan mahal.
Umbu Rudi menilai pemerintah tidak boleh terus membiarkan masyarakat berhadapan dengan jalan rusak tanpa kepastian penyelesaian.
“Ini bukan lagi persoalan kecil yang bisa diselesaikan dengan tambal sulam. Kalau sudah lebih dari 100 kilometer dan kondisinya rusak berat, pemerintah harus mengambil langkah luar biasa,” tegasnya.
Ia mendorong pemerintah pusat mengevaluasi status ruas jalan tersebut dan mempertimbangkan pengambilalihan dari jalan provinsi menjadi jalan negara, sehingga pembangunan dapat didorong melalui pembiayaan APBN.
Menurut Umbu Rudi, masyarakat tidak seharusnya terus menjadi korban tarik-menarik kewenangan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Ketika jalan rusak membuat hasil produksi petani, peternak dan nelayan sulit keluar menuju pasar, yang dirugikan pada akhirnya adalah rakyat.
“Jangan rakyat yang terus menanggung akibat dari persoalan kewenangan dan keterbatasan anggaran. Negara harus hadir,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa buruknya infrastruktur jalan dapat memperlebar kesenjangan antara wilayah pusat dan daerah terpencil. Masyarakat di wilayah selatan Sumba Timur memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses transportasi yang layak.
Jalan, kata dia, bukan sekedar proyek fisik. Jalan merupakan urat nadi yang menentukan apakah hasil produksi masyarakat bisa sampai ke pasar, apakah anak-anak bisa pergi ke sekolah dengan aman, dan apakah warga dapat memperoleh pelayanan kesehatan serta pelayanan pemerintahan secara layak.
Karena itu, Umbu Rudi meminta Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap kondisi infrastruktur di wilayah selatan Sumba Timur.
“Pemerintah pusat jangan hanya melihat angka dan panjang jalan. Lihat juga rakyat yang setiap hari harus melewati jalan itu. Jangan tunggu sampai ada korban dan wilayah ini benar-benar terisolasi baru pemerintah bergerak,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika pemerintah serius membangun Indonesia dari daerah, maka persoalan jalan di wilayah selatan Sumba Timur harus masuk dalam agenda penyelesaian yang konkret, bukan sekedar menjadi persoalan yang kembali dibicarakan setiap tahun.
Masyarakat membutuhkan jalan yang benar-benar dibangun dan bisa digunakan, bukan janji, bukan sekedar perbaikan sementara, dan bukan pula saling lempar tanggung jawab.
Kini pemerintah pusat ditantang membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya berpusat di wilayah yang mudah dijangkau.
Lebih dari 100 kilometer jalan rusak di selatan Sumba Timur adalah ujian nyata: seberapa jauh negara hadir untuk rakyat yang selama ini berada jauh dari pusat kekuasaan.
Piter Kabiro, Sumba Timur.






