WONOSOBO, BTN — Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosobo, Jawa Tengah, bergerak cepat dengan melancarkan tindakan tegas berupa penggeledahan di kediaman seorang terduga pelaku penyimpangan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Penggeledahan mendadak yang berlangsung di wilayah Kecamatan Kalikajar pada Selasa (11/8/2026) ini menjadi titik terang pengungkapan kasus korupsi bansos yang terstruktur. 12/08/2026
Dari hasil penggeledahan di rumah terduga pelaku, korps adhyaksa menemukan barang bukti yang sangat mencengangkan. Petugas menyita ratusan buku rekening perbankan beserta Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau kartu ATM milik warga penerima manfaat yang sengaja disembunyikan dan disimpan rapi di dalam lemari.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, modus operandi yang dijalankan pelaku ter tergolong sangat rapi dan sistematis. Pelaku diduga kuat mengambil alih, menguasai, serta mentransaksikan secara mandiri kartu ATM dan buku rekening yang seharusnya dipegang langsung oleh para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sah.
Aksi penyelewengan dana bantuan sosial untuk warga miskin ini disinyalir telah berlangsung sangat lama, yakni sejak tahun 2018 hingga 2026. Praktik culas yang menggerogoti hak-hak masyarakat rentan tersebut berhasil melanggengkan aksinya selama hampir delapan tahun sebelum akhirnya diendus dan dibongkar oleh penyidik Kejari Wonosobo.
Dampak dari kejahatan ini luar biasa masif, di mana tercatat lebih dari 600 keluarga kurang mampu tidak pernah menikmati dana bantuan dari pemerintah pusat. Padahal, nama-nama mereka secara administratif terdaftar resmi dan aktif sebagai penerima manfaat program PKH di basis data kementerian.
Ibarat menggarong hak warga miskin di tengah himpitan ekonomi, dana bansos yang sejatinya dialokasikan untuk penanganan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan dasar tersebut justru dikuasai serta dinikmati secara sepihak oleh oknum pelaku untuk kepentingan pribadi.
Guna mengusut tuntas keterlibatan pihak lain serta mencari benang merah keterkaitan birokrasi, tim penyidik Kejari Wonosobo langsung melakukan perluasan area penggeledahan. Petugas mendatangi dan menggeledah Kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Wonosobo.
Penggeledahan di Dinsos PMD menyasar sejumlah ruangan krusial, termasuk ruang kerja Kepala Dinas serta Sekretaris Dinsos PMD Wonosobo. Dari lokasi ini, penyidik menyita berbagai dokumen penting, berkas administrasi penyaluran, serta bukti-bukti elektronik yang diduga kuat berkaitan erat dengan mekanisme pengawasan dan aliran dana bansos PKH.
Kasus korupsi yang merugikan ratusan warga miskin ini kini menjadi fokus utama penanganan hukum Kejari Wonosobo. Aparat penegak hukum terus mendalami seluruh bukti dan keterangan saksi guna membongkar secara tuntas jaringan serta oknum pejabat maupun pihak luar yang disinyalir ikut menikmati hasil penyimpangan ini.
Langkah tegas Kejari Wonosobo mengusut skandal penyimpangan bansos PKH ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Publik berharap seluruh pihak yang terlibat dapat segera ditetapkan sebagai tersangka dan dijatuhi hukuman setimpal demi menegakkan keadilan bagi warga miskin di Kabupaten Wonosobo.






