SORONG – BTN 07/03/2026-Jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Barat Daya menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga integritas institusi dan rasa keadilan masyarakat. Hal ini ditegaskan saat Irwasda Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu, beserta rombongan menjenguk korban penikaman, Ardhalina Lanuhu (24), di RS Sele Be Solu, Sabtu (7/3/2026).
Kunjungan ini bukan sekedar seremonial, melainkan wujud kehadiran negara dan institusi Polri di tengah situasi sulit yang menimpa warga sipil, terlebih ketika melibatkan oknum anggota kepolisian.
Didampingi oleh sejumlah pejabat teras seperti Kombes Pol. I Dewa G. Juliana, Kombes Pol. Angling Guntoro, Kombes Pol. Iwan P.T.P. Manurung, serta Kombes Pol. Dax Emmanuelle Samson Manuputty, rombongan langsung menuju ruang perawatan intensif untuk memantau kondisi Ardhalina yang masih dalam penanganan medis.
Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu, yang akrab disapa Bang Sanches, menegaskan bahwa kasus yang terjadi pada Jumat (6/3/2026) di Kompleks Perumahan A5 Jaya Permai ini merupakan pukulan bagi nama baik kepolisian. Pelaku, Muhammad Irfandi Manaf, diketahui merupakan anggota aktif Polda Papua Barat.
”Kejadian ini adalah masalah yang sangat serius bagi kami. Kami tidak akan menoleransi tindakan yang mencederai martabat institusi. Perhatian kami berikan hingga detail terkecil karena ini menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” ujar Sanches dengan nada tegas saat berada di rumah sakit.
Pihak Polda Papua Barat Daya memastikan bahwa meskipun pelaku memiliki hubungan kekeluargaan dengan korban (saudara ipar) dan berstatus anggota Polri, proses hukum akan tetap berjalan di atas rel yang seharusnya.
”Kunjungan kami adalah bentuk pertanggungjawaban institusi. Kami menjamin bahwa penyidikan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Tidak ada ruang bagi pelanggaran hukum, siapa pun pelakunya,” tambah Sanches.
Sebelum berpamitan dari area Instalasi Gawat Darurat (IGD), Bang Sanches menyerahkan santunan dan bantuan langsung kepada pihak keluarga sebagai bentuk empati dan kepedulian nyata. Langkah ini disambut baik oleh keluarga korban yang tengah berjuang demi kesembuhan Ardhalina.
Pihak keluarga menyampaikan harapan besar agar proses hukum dapat memberikan rasa keadilan yang setimpal, sembari memohon doa bagi percepatan pemulihan korban yang masih menjalani perawatan intensif.
Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pendalaman guna merangkai kronologi lengkap dan memastikan seluruh fakta hukum terungkap secara benderang.
(TIM/Red)






