​SUMBA BARAT DAYA, BTN – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Wewewa Barat, Sumba Barat Daya (SBD), membawa dampak memprihatinkan bagi dunia pendidikan. Gedung SMK Solid Swasta yang berlokasi di Kalembu Tillu dilaporkan roboh total setelah diterjang angin kencang pada pertengahan Februari 2026. (14/02/2026) 

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Sekolah yang terletak di Jalan Bukit Saitun-Kalembu Tillu ini hancur akibat cuaca buruk yang melanda wilayah SBD dalam sepekan terakhir. Bangunan yang selama ini menjadi tempat menimba ilmu bagi ratusan siswa tersebut kini kondisinya rusak parah.

​SMK Solid yang didirikan sejak tahun 2015 ini memiliki peran vital bagi pendidikan kejuruan di Wewewa Barat. Dengan jumlah siswa mencapai 169 orang, robohnya gedung sekolah ini menjadi ancaman serius bagi kelangsungan proses belajar mengajar.

​Meski sekolah ini telah mengantongi akreditasi C dan memiliki fasilitas penunjang seperti listrik PLN serta akses internet, kekuatan struktur bangunan ternyata tak kuasa menahan hantaman angin kencang yang juga menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan rumah warga di sekitarnya.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai angka yang cukup signifikan mengingat status bangunan yang roboh rata dengan tanah.

​Pihak sekolah dan masyarakat setempat kini hanya bisa menatap puing-puing bangunan yang tersisa, sembari berharap adanya bantuan darurat untuk pemulihan fasilitas pendidikan tersebut.

Cuaca di wilayah Wewewa Barat memang sedang ekstrem. Robohnya SMK Solid menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya penguatan infrastruktur pendidikan di daerah rawan bencana,” ungkap salah seorang warga yang melintas di lokasi kejadian.

​Mengingat statusnya sebagai sekolah swasta yang menampung banyak siswa, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui dinas terkait segera turun tangan untuk memberikan solusi bagi para siswa agar tidak tertinggal pelajaran.

​Tim Media akan terus memantau perkembangan di lokasi serta menunggu keterangan resmi dari pihak yayasan maupun otoritas setempat terkait langkah renovasi ke depan.