KABUPATEN SBD, NTT BTN–05/01/2026 – Kabar duka bagi pembangunan desa di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Alokasi Dana Desa (DD) yang seharusnya menjadi urat nadi kesejahteraan masyarakat kecil, justru “disunat” habis-habisan oleh Pemerintah Pusat. Tak tanggung-tanggung, angka pemangkasan mencapai Rp 95,7 Miliar untuk tahun anggaran 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Berdasarkan data resmi Kementerian Keuangan, potret terjun bebas anggaran ini terlihat sangat kontras. Jika pada tahun 2025 SBD masih mengecap alokasi sebesar Rp 171,9 Miliar, di tahun 2026 angka tersebut merosot tajam menjadi hanya Rp 76,2 Miliar. Penurunan lebih dari 50% ini bak petir di siang bolong bagi keberlangsungan hidup masyarakat desa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya, Etmundus N. Nau, mengonfirmasi bahwa total pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) mencapai angka fantastis, yakni Rp 215 Miliar, di mana porsi Dana Desa menjadi tumbal terbesar.

​Pemangkasan ini bukan sekedar angka di atas kertas, melainkan ancaman nyata bagi,Pembangunan Infrastruktur.seperti Jalan desa, irigasi, dan sarana air bersih terancam mangkrak.

Pemberdayaan Masyarakat serta Program bantuan ekonomi rakyat kecil dipastikan tersendat.

Operasional Pemerintahan,Efektivitas pelayanan publik di tingkat desa akan menurun drastis.

“Anggaran dipangkas, rakyat dikorbankan.” Pemangkasan masif ini menimbulkan pertanyaan besar, Mengapa Sumba Barat Daya harus menelan pil sepahit ini? Di saat desa-desa masih berjuang melawan kemiskinan ekstrem dan stunting, pemotongan anggaran DD sebesar Rp 95,7 Miliar adalah langkah mundur yang mencederai semangat membangun dari pinggiran.

​Pemerintah Kabupaten SBD kini dipaksa “bermain akrobat” dengan sisa anggaran yang ada. Namun, tanpa pengelolaan yang super transparan dan bebas dari praktik korupsi, sisa dana yang tinggal sedikit ini pun rawan menguap tanpa bekas.

​Masyarakat menanti keberanian Pemkab SBD untuk bersuara lantang ke pusat, sekaligus menuntut efisiensi ketat agar anggaran yang tersisa tidak habis hanya untuk perjalanan dinas atau seremoni belaka, melainkan benar-benar menyentuh perut rakyat.

​Narasumber,

Etmundus N. Nau (Sekretaris Daerah SBD)

Berantas Tipikor News

Eman Ledu – Kabiro Sumba Barat Daya